Hubungan
Manusia dengan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan, memang
dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena kehidupan manusia sangat terikat
sekali dengan kebudayaan. Setiap manusia di muka bumi ini memiliki
kebudayaannya masing-masing, oleh karena itulah sebuah kebudayaan memiliki
keunikan atau ciri khasnya tersendiri.
Pengertian
Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari
kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi
atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah
manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau
realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia
adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk
material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena
manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Ada
dua macam pandangan yang akan menjadi acuan untuk menjelaskan unsur-unsur yang
membangun manusia.
1. Manusia terdiri dari empat unsur yang
saling terkait, yaitu:
· Jasad : badan kasar manusia yang dapat kita
lihat, raba bahkan di foto dan menempati ruang dan waktu.
Hayat
: mengandung unsur hidup, yang di tandai dengan gerak.
Ruh
: bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami
kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat
lahirnya kebudayaan.
Nafs
: dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran akan diri sendiri.(
Asy’arie, 1992 hal: 62-84).
2. Manusia sebagai satu kepribadian yang
mengandung tiga unsur, yaitu:
· Id,
merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak.
Id merupakan energi psikis yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara
instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcius). Id diatur oleh
kesenangan yang harus di penuhi,baik secara langsung melalui pengalaman seksual
atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
Ego,
sering disebut “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan kepuasan Id
dengan saluran sosial agar dapat di terima oleh masyarakat. Ego diatur oleh
prinsip realitas dan mulai berkembang pada anak antara usia satu dan dua tahun.
Super ego, merupakan
struktur kepribadian terakhir yang muncul kira-kira pada usia lima tahun. Super
ego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol
diri melalui sistem imbalan dan hukuman terinternalisasi. (freud, dalam
Brennan, 1991; hal 205-206).
Pengertian
Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari
kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai
mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
“kultur” dalam bahasa Indonesia. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,
bangunan, dan karya seni. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
Pengertian
Kebudayaan
kebudayaan adalah sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Pengaruh
budaya terhadap Masyarakat:
1.
Pakaian
Perubahan mode pakaian pada masyarakat bisa
saja terjadi. Dahulu semua masyarakat menggunakan pakaian adat khasnya. Namun,
seiring dengan kemajuan dari perkembangan masyarakat tersebut membuat sedikit
demi sedikit anggota masyarakat mulai meninggalkan pakaian adatnya dan
menggunakan pakaian yang menjadi trend di daerah itu. Seperti contoh, sekarang
adalah jamannya demam Korea. Bagi penggemar beratnya, mereka selalu mencari dan
menggunakan pakaian yang biasa digunakan orang Korea. Namun, masyarakat tetap
tidak meninggalkan pakaian adat mereka dan tetap menggunakannya dalam acara
tertentu. Seperti pakaian adat Bali yang digunakan setiap kali mereka
sembahyang di pura.
2.
Model Rambut
Model rambut juga banyak berubah.
Bahkan masyarakat cenderung merasa harus mengikuti trend tersebut jika tidak
mau dikatakan ‘jadul’ atau ‘culun’. Pengaruh terbesar adalah model rambut
‘punk’ yang membuat banyak remaja mengikuti model rambut dan gaya hidup orang
dengan model rambut tersebut.
3.
Kesenian
Kesenian bisa saja berubah atau
tergantikan seiring perkembangan zaman. Saat ini, banyak kesenian di Indonesia
yang mulai punah karena anak bangsa tidak suka dengan kesenian tersebut. Bahkan
mereka lebih suka mempelajari kesenian asing dengan alasan trendy. Namun, masih
banyak kesenian populer Indonesia yang masih bisa bertahan sampai sekarang.
4.
Bahasa Daerah
Indonesia memiliki banyak sekali
bahasa daerah. Namun, banyak juga bahasa yang mulai punah. Itu mungkin
disebabkan karena mereka lebih berminat untuk menggunakan Bahasa Indonesia atau
bahasa Inggris dibandingkan bahasa daerahnya sendiri. Itu mungkin karena bahasa
tersebut jangkauan komunikasinya lebih luas dibandingkan bahasa daerahnya yang
cenderung hanya dimengerti oleh anggota masyarakat di daerah tersebut.
5.
Masuknya Budaya Barat
Budaya di Indonesia telah banyak
tercampur dengan budaya asing. Itu mungkin disebakan karena kebudayaan itu
lebih menyenangkan dibandingkan budayanya sendiri. Seperti budaya hari
Valentine dan pesta ulang tahun. Sebenarnya budaya asli Indonesia telah
memiliki budaya yang mirip dengan budaya tadi. Namun, budaya tersebut terkadang
dianggap kurang meriah. Contoh perubahan besar lainnya adalah penggunaan
komputer dan alat-alat teknologi sebagai pengganti buku untuk mencari tugas.
Hal itu disebabkan oleh kemudahan menggunakan alat-alat teknologi tersebut.
6.Cara
berkomunikasi
Perubahan pada cara berkomunikasi
bisa terjadi. Beberapa tahun lalu kita masih menggunakan surat untuk
berkomunikasi jarak jauh dan sekarang, dengan menggunakan jejaring sosial atau
alat komunikasi, seseorang bisa berkomunikasi dengan cepat dan praktis.
Hubungan
Antara Manusia dengan Kebudayaan :
1.Kebudayaan-kebudayaan
khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di
Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar
sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2.Cara
hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
Contoh: Perbedaan anak yang
dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota
bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara
teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada
diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value).
3.Kebudayaan-kebudayaan
khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai
lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah.
Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara
mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak
sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4.Kebudayaan
khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam
satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5.Kebudayaan
berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang
dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh
pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer
mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya.
Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
http://www.belajardong.com/2015/05/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia.html
https://kamelia11.wordpress.com/tag/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/
http://camagun.blogspot.co.id/2015/07/hubungan-manusia-dengan-kebudayaan.html
https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/03/14/manusia-dan-kebudayaan/
https://kamelia11.wordpress.com/tag/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/
http://camagun.blogspot.co.id/2015/07/hubungan-manusia-dengan-kebudayaan.html
https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/03/14/manusia-dan-kebudayaan/





0 komentar:
Posting Komentar